BBPOM Manado disamping melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan juga melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan jajanan buka puasa yang banyak tersebar di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara hingga menjangkau daerah Kabupaten dan Kota.
Hingga 14 Juni 2016 telah dilakukan pengambilan sampel di 6 wilayah yaitu Tuminting, Kampung Arab dan Kompleks Pasar Bersehati, Ternate Baru dan Ketang Baru, Perkamil dan Paal 2, Kota Kotamobagu dan daerah Boulevard serta Banjer yang menjadi sentra jajanan ramadhan di Sulawesi Utara dengan jumlah sampel sebanyak 331 item dan masih ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya rhodamin B dalam es sirup.
Intensifikasi pengawasan pangan jajanan ramadhan ini dilakukan secara terpadu dengan lintas sektor terkait yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Pemerintah Daerah di Sulawesi Utara sehingga diharapkan dapat langsung dilakukan tindak lanjut terhadap temuan yang ada baik dengan cara pemusnahan sampel hingga penandatanganan surat pernyataan tidak akan menjual kembali serta pembinaan oleh dinas terkait.
Intensifikasi ini akan terus dilakukan BBPOM Manado dibawah pimpinan langsung Dra Susan Gracia Arpan,M.Si,Apt selaku Kepala Balai sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437H bekerja sama dengan lintas sektor terkait karena tersedianya pangan aman dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.