Badan POM RI Siap Mengawal Industri Bahan Baku Obat Nasional di Sulawesi Utara

05-09-2013 Manado Dilihat 3729 kali

Manado – “Indonesia baru memanfaatkan 7000 tanaman obat dari 15.000 tanaman obat yang ada”, cuplikan dari penyampaian Deputi II Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Badan POM RI Bapak Drs. T. Bahdar Johan H.,Apt., M.Pharm yang hadir pada hari pertama dari rangkaian kegiatan penandatanganan nota kesepakatan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan PT Branwood International yang dilaksanakan selama dua hari tanggal 30 - 31 Agustus 2013. Hari pertama dari rangkaian kegiatan tersebut turut hadir Asisten II Pemprov Sulut Bapak Drs. Sanny Parengkuan, MAP, Para Pejabat di Lingkup Prov. Sulut, Pejabat terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota, serta Delegasi Tianjin Kingyork Group Co.Ltd dari Cina.

Bapak Bahdar juga menyampaikan bahwa penelitian dan pengembangan tanaman penghasil bahan obat, sangtalah diperlukan, karena Indonesia sebagai megacenter nabati nomor dua setelah Brazil baru memanfaatkan sekitar 7000 tanaman obat dari 15.000 tanaman obat yang ada di Inonesia. Badan POM sebagai salah satu lembaga pemerintah yang melindungi masyarakat dari produk Obat dan Makanan yang membahayakan kesehatan dituangkan dalam sistem pengawasan pre-market evaluation dan post-market surveilance yang disertai dengan upaya penegakan hukum dan pemberdayaan masyarakat (community empowerment).

Gubernur Provinsi Sulwesi Utara DR. S.H Sarundajang bertindak dan atas nama Pemda Provinsi Sulawesi Utara setuju dan sepakat untuk mendirikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Penghasil Bahan Baku Obat secara Nasional, baik untuk mendukung Pabrik Baku Obat secara khusus,maupun Industry Bahan Baku secara Nasional. Kepala Balai Besar POM di Manado Dra. Susan Gracia Arpan, Apt., M.Si juga turut serta dalam rangkaian kegiatan yang dilaksankan dalam 2 hari tersebut dan melihat potential area for plantation di daerah Kawangkoan dan Kota Tomohon bersama Kepala Bappeda Prov Sulut Bapak Ir. Roy O Roring, Noldy Tuerah, SE. MA, Ph.D. Kepala Kapet (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) Prov Sulut, Bapak Sanny Asisten II Pemda Prov Sulut. Badan POM Pusat dan Balai Besar POM di Manado siap mengawal baik tentang pedoman maupun peraturan perundang - undangan agar pendirian pusat penelitian dan pengembangan tanaman penghasil bahan baku obat tersebut dapat tercapai sesuai yang harapkan.



Balai Besar POM di Manado

Sarana